Tag

, , , , , , , ,


Hari Anak Nasional dan Tantangan Masa Kini

Hari ini adalah Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Pentingnya anak sebagai titipan negara pada keluarga diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1979 dan Keputusan Presiden No.44 tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Penetapan tanggal 23 Juli ini bertepatan dengan tanggal diundangkannya UU.No.23 Tahun 1979 tersebut diatas.

Namun, khusus tahun ini, ada ironi yang membayangi dan mengiringinya. Betapa tidak, banyak hal-hal menyedihkan yang muncul di saat seluruh anak Indonesia bergembira memperingatinya. Serentetan peristiwa telah mencoreng dunia anak Indonesia terjadi sejak April, Mei, Juni, hingga Juli 2014, yaitu terkait kasus kekerasan seksual anak. Kasus itu dimulai dengan terbongkarnya aksi sodomi di Jakarta International School (JIS). kemudian, kasus predator seks anak di Sukabumi yang dilakukan oleh AS alias Emon terhadap 110 orang anak usia 8 – 13 tahun. Selanjutnya, peristiwa yang sama yang terjadi di Pekanbaru Riau, Lampung, Medan, dan Malang.

Konvensi Hak-hak Anak yang Disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa

Hal ini tidak sesuai  dengan KONVENSI Hak-hak Anak yang Disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 20 November 1989 terutama pada Pasal 28 dan 29 sbb:

Pasal 28

  1. Negara-negara peserta mengakui hak anak atas pendidikan dan untuk mewujudkan hak ini secara bertahap dan berdasarkan kesempatan yang sama  khususnya:

(a) membuat pendidikan dasar suatu kewajiban dan tersedia secara cuma- cuma untuk semua’,

(b) mendorong pengembangan bentuk-bentuk yang berbeda dari pendidikan menengah, termasuk pendidikan umum dan kejuruan, menyediakannya untuk setiap anak, dan mengambil langkah-langkah yang tepat seperti memperkenalkan pendidikan cuma-cuma dan menawarkan bantuan keuangan bila diperlukan’,

(c) membuat pendidikan yang lebih tinggi tersedia bagi semua berdasarkan kemampuan dengan semua cara yang layak;

(d) membuat informasi dan bimbingan pendidikan dan kejuruan tersedia untuk semua anak dan bisa diperoleh oleh semua anak’,

(e) mengambil langkah-langkah untuk mendorong kehadiran teratur di sekolah dan pengurangan angka putus sekolah.

2. Negara-negara peserta akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan bahwa disiplin sekolah dilaksanakan dengan Cara yang sesuai dengan martabat kemanusiaan anak dan sesuai dengan Konvensi ini.

3. Negara-negara peserta akan meningkatkan dan mendorong kerjasama internasional dalam hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya untuk membantu menghapus kebodohan dan buta huruf di seluruh dunia dan mempermudah perolehan pengetahuan ilmiah dan teknis dengan metode-metode pengajaran modern. Dalam hal ini, perhatian khusus akan diberikan kepada kebutuhan negara-negara berkembang.

Pasal 29

  1. Negara-negara peserta setuju bahwa pendidikan anak akan diarahkan kepada:

(a) Pengembangan kepribadian, bakat dan kemampuan mental dan fisik anak hingga mencapai potensi mereka sepenuhnya’,

(b) Pengembangan sikap menghormati hak-hak asasi manusia dan kebebasan hakiki, serta prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Piagam PBB’,

(c) Pengembangan sikap menghormati orangtua anak, kepribadian budayanya,bahasa dan nilai-nilainya, nilai-nilai nasional negara dimana anak tinggal,dan negara dari mana anak mungkin berasal, dan peradaban-peradaban yang berbeda dari peradabannya’,

(d) Persiapan anak untuk kehidupan yang bertanggungjawab dalam suatu masyarakat yang bebas, dalam semangat pengertian, perdamaian, tenggang rasa, persamaan jenis kelamin, dan persaudaraan diantara semua orang,kelompok etnis, bangsa dan agama dan orang-orang pribumi’,

(e) Pengembangan sikap menghormati lingkungan alam.

2. Tidak ada bagian dari pasal ini atau pasal 28 yang akan ditafsirkan sedemikian rupa sehingga mengganggu kebebasan perorangan dan badan-badan untuk membentuk dan mengarahkan lembaga-lembaga pendidikan,  dengan syarat patuh terhadap prinsip-prinsip yang diketengahkan dalam paragraf 1 pasal ini dan pada persyaratan-persyaratan bahwa pendidikan yang diberikan dalam lembaga-lembaga seperti itu akan sesuai dengan standar-standar minimum sebagaimana  ditetapkan oleh negara.

Penutup

Dari hal di atas jelas Anak  merupakan aset bangsa, namun dalam pengertian yang lain. Pendidikan yang berkualitas akan membawa sebuah bangsa semakin maju. Sama halnya dengan anak, semakin baik kualitas anak, akan membawa sebuah bangsa semakin maju. Hal inilah yang menjadikan pendidikan dan anak merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pendidikan anak merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan karena didalamnya terdapat nasib masa depan bangsa dan negara.