Tag

, , , ,


Pengurus Kabinet Eksekutif PPI Taiwan Periode 2013-2014

Pengurus Kabinet Eksekutif PPI Taiwan Periode 2013-2014

Sekilas PPI Taiwan

PPI Taiwan merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan atau dalam Bahasa Mandarin 台灣印尼學生聯合會 (táiwān yìnní xuéshēng liánhéhuì) dan dalam Bahasa Inggris “Indonesian Student Association in Taiwan”. PPI ini dideklarasikan pada tanggal 2 Mei 2010 atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Holistic Buliding CYCU, Chungli, Taiwan. Piagam deklarasi pada acara tersebut di tanda tangani oleh kepala KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan Bpk. Suhartono dan ketua tim deklarasi sdr. Hadi Kuntjara sebagai perwakilan dari 12 orang yang tergabung dalam tim deklarasi.

Visi PPI Taiwan: Berbakti Untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi

PPI Taiwan Goes To School

Sistem pendidikan di Taiwan adalah salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Menurut peringkat universitas di dunia versi QS, ada 7 universitas di Taiwan yang termasuk dalam 400 besar didunia dan ada 11 universitas di Taiwan yang termasuk dalam 100 besar di Asia. Hasil ini menunjukkan pemerintah Taiwan dan seluruh universitas telah berupaya serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Taiwan. Taiwan juga memotivasi para insan Indonesia akan performa akademik dan riset yang berkualitas tinggi yang diakui oleh jurnal bereputasi Internasional

Dalam rangka peningkatan akses pendidikan tinggi berbeasiswa di Taiwan. PPI Taiwan memberikan kesempatan kepada para Mahasiswa yang ada di Taiwan untuk bisa berbagi pengalaman selama mengenyam pendidikan di Taiwan kepada anak bangsa baik untuk pelajar di tingkat menengah atas (SMA), maupun di pendidikan tinggi. Program ini bersifat sukarela, bagi teman-teman yang pulang kampung ke Indonesia, agar bisa memanfaatkan waktu pulang untuk berbagi pengalaman kepada anak bangsa.

PPI Taiwan Berbagi Dengan Pojok Pendidikan

Pojok Pendidikan mendapat kehormatan kedatangan Agus David Ramdansyah seorang Dosen di UNTIRTA (Universitas Tirtayasa) yang sedang menimba ilmu Doktoral di Taiwan.

Acara diselenggarakan di Bapinger Eduaction, Perumahan Antapani Mas 8/A Kota Bandung yang juga merupakan “markas” Pojok Pendidikan.

Sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PPI Taiwan, Kang  Agus David Ramdansyah menggambarkan suka dukanya mendapatkan bea siswa Doktoral di Taiwan. Ia yang tadinya seorang wirausaha (yang kemudian menjadi dosen), tak kenal lelah mengirimkan email, surat dan lamaran untuk mendapatkan bea siswa. Bahkan beberapa kali mengirim email kepada Alvin Toffler karena berminat untuk bersekolah di Amerika Serikat.

Walau sering kecewa karena ditolak, sesuai jiwa wirausahanya, ia terus berusaha dan akhirnya mendapat bea siswa Doktoral dari salah satu Perguruan Tinggi di Taiwan. Ia mengatakan: “jangan patah semangat. Suatu saat Sang Maha Pencipta akan menjawab harapan dan doa kita dengan indah pada saatnya”

Pendidikan Tinggi di Taiwan

Dalam pendidikan tinggi, terdapat 163 institusi pendidikan di Taiwan dengan berbagai macam penelitian, pengajaran dan pendidikan teknik. Diantaranya, terdapat 112 universitas (45 universitas negeri) dan 51 college (9 college negeri) dengan 96 fokus pada pelatihan kejuruan.

Untuk sistem pendidikan umum, struktur pendidikan terdiri dari tahap pendidikan pada tingkat yang berbeda dengan total sekitar 22 tahun pendidikan formal. Pada umumnya, seluruh proses meliputi 2 tahun pendidikan prasekolah (Taman kanak-kanak), 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, 3 tahun sekolah menengah atas, 4 tahun college atau universitas (7 tahun untuk sekolah kedokteran), 2-4 tahun program pasca sarjana, dan 4-7 tahun program doktoral.

      • Wajib Belajar

Kementrian Pendidikan (MOE) telah menerapkan wajib belajar sembilan tahun termasuk 6 tahun pendidikan sekolah dasar dan 3 tahun pendidikan sekolah menengah pertama. Setelah sekolah menengah pertama, siswa dapat mengikuti ujian untuk meneruskan sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan.

      • Sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan

Terdapat dua macam institusi diatas sekolah menengah pertama, yaitu sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, yang mana keduanya diselesaikan dalam waktu 3 tahun. Sekolah menengah kejuruan menawarkan program studi di berbagai bidang seperti pertanian, industri, bisnis, maritime, kelautan, kedokteran, keperawatan, ekonomi rumah tangga, drama dan seni.

      • Pendidikan Junior College

Junior college terbagi dalam dua kategori: Junior college lima tahun dan junior college dua tahun, masing-masing memiliki satu set persyaratan penerimaan yang berbeda. Junior college lima tahun menerima lulusan sekolah menengah pertama dan menawarkan program lima tahun. Junior college dua tahun menerima lulusan sekolah menengah kejuruan dan menawarkan program dua tahun.

      • Pendidikan sarjana

Program sarjana universitas memerlukan 4 tahun studi; namun, siswa yang tidak mampu memenuhi syarat kelulusan mereka dalam waktu yang ditetapkan dapat diberikan perpanjangan hingga 2 tahun. Khusus program sarjana seperti kedokteran gigi atau kedokteran memerlukan 6 sampai 7 tahun, termasuk periode magang 1 tahun.

      • Pendidikan pasca sarjana

Program pasca sarjana yang mengarah ke master atau doktor memerlukan masing-masing 1 sampai 4 tahun dan 2 sampai 7 tahun. Namun, mahasiswa yang masuk pasca sarjana sebagai bagian dari on-job training dapat diberikan perpanjangan jika mereka gagal untuk menyelesaikan mata kuliah yang diperlukan atau thesis/disertasi dalam waktu yang ditetapkan.

Bila berminat untuk mengundang mereka, silahkan kontak:

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=zQ4DseVvzbA]