Tag

, , , , , ,


Fatwa dan Penjelasan Haramnya Rokok

Banyak orang yang tidak mengetahui atau tidak mau tahu tentang apa itu hukum dari rokok, sehingga banyak dari kita yang terjerumus ke dalamnya dan tanpa merasa malu lagi untuk menghisap rokok ini di depan umum.

Sesungguhnya apa hukum rokok itu???
Sesungguhnya Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk memakan dengan makanan yang halal dari rizki yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah berikan kepada hamba-Nya, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah:168)

Dan juga Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman pada ayat yang lain yang Artinya:

“Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu” (Al-Ayah)

Maka jelaslah 2 ayat di atas tersebut perintah dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- kepada hamba-Nya untuk makan makanan yang halal juga yang baik yang tidak ada kemudharatan atau bahaya bagi badan atau menyakiti tetangga atau menyia-nyiakan harta karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan segala sesuatu yang buruk yang dapat mendatangkan kemudharatan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan Rasul menghalalkan yang baik bagi mereka dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk“. (QS. Al-A’raf:157)

Diantara kemudharatan pada zaman sekarang ini yang banyak dari kaum muslimin lalai dari padanya, baik dari kalangan pemuda ataupun yang dewasa yang kebanyakan dari mereka tidak mengetahui keburukan-keburukannya adalah apa yang terdapat pada rokok.
Sehingga tidak sedikit dari meteka yang secara terang-terangan merokok di depan orang banyak tanpa mengenal rasa malu, mereka tidak menjaga kehormatan-kehormatan orang-orang yang berada di sekelilingnya, sehingga mereka menganggap ini merupakan suatu hal yang biasa. Padahal sudah jelas bahwasanya rokok merupakan sesuatu yang haram dan juga merupakan sesuatu yang buruk yang dapat mendatangkan bahaya bagi diri dia sendiri dan bagi orang lain.

Berhenti Merokok, Bagian Kemenangan Ramadhan

Dikutip dari Republika, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama berharap para perokok yang ingin berhenti dapat memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk meninggalkan rokok secara permanen. “Karena sudah terbukti bisa berhenti merokok dari subuh hingga maghrib, jadi harusnya bisa dihentikan seterusnya,” kata Tjandra di Jakarta.

Kementerian Kesehatan juga menerbitkan buku panduan “Ramadhan Saat yang Tepat untuk Mulai Berhenti Merokok” untuk menyosialisasikan pesan tersebut, demikian pula melakukan penyuluhan berhenti merokok kepada masyarakat serta memasang spanduk tentang berhenti merokok di berbagai tempat.

Tjandra mengatakan pesan berhenti merokok dengan memanfaatkan momen bulan Ramadhan itu juga banyak dilakukan di negara Islam lainnya dan diharapkan dapat efektif. “Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mulai merokok dan berhenti merokok saat bulan Ramadhan dan selanjutnya,” kata Tjandra.

Di Indonesia, prevalensi perokok masih sangat tinggi yaitu perokok dewasa sebanyak 67,4 persen pada pria dan 4,5 persen pada perempuan atau total sebanyak 61,4 juta perokok. Selain itu juga ada 92 juta warta Indonesia yang tidak merokok namun terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif) dimana 43 juta diantaranya adalah anak-anak. “Ada 11,4 juta anak usia 0-4 tahun yang terpapar asap rokok ini,” kata Tjandra memaparkan.

Hal ini di bahas secara mendalam tetapi populer oleh Prof.Arief Rahman pada beberapa kesempatan, soal merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan. Diceritakan oleh pak Arief Rahman ada orang yang memang tidak shaum mengepul ngepulkan asap rokoknya dalam bus kota ber AC, tanpa merasa risih kepada penumpang lain yang shaum bulan ramadhan.

Ada juga kasus, ketika seseorang  duduk di dekat perokok yang mencoba mengingatkan, jika penumpang lainya sedang shaum, eh malah orang itu marah marah, kamu kan puasa, coba kamu tahu sedikit  dan mengertilah juga perasaan orang lain yang tidak puasa jika tidak merokok dan banyak lagi komentarnya….juga membentak, untung saja waktu itu dia tidak ditempeleng atau dilempar kursi olehnya.

Jadi benar yang dikatakan beberapa pakar dan Prof.Arief Rahman sebagai Pakar Pendidikan, Salah Satu Kemenangan Ramadhan Adalah Berhenti Merokok