Tag

, , , , ,


 

Peter Thiel pendiri, manajer hedge fund dan usaha PayPal – tidak hanya memiliki bakat khusus untuk membuat uang, ia memiliki bakat khusus untuk membuat orang marah……🙂 Beberapa orang “melawan” ekonomi pasar demi mendapatkan berita atau perhatian. Untuk Thiel, itu hanya bagaimana dia memandang dunia. Tentu saja manfaat bagi orang “nyeleneh” adalah sering mengarah kepada hal-hal seperti headline, kehebohan atau juga uang.

 

Pertimbangkan kehancuran Nasdaq pada tahun 2000. Thiel adalah salah satu dari sedikit orang yang melihat hal itu datang. Ada sebuah kisah terkenal tentang  perputaran modal PayPal pada Maret 2000. Saat itu PayPal ditawar “hanya” $500 juta. Hampir semua orang di Dewan Pengarah dan Tim Manajemen PayPal marah, kecuali Thiel yang dengan tenang mengatakan bahwa hal ini adalah “puncak gelembung”, dan perusahaan membutuhkan setiap sen yang “bisa diambil” sekarang. Itulah seberapa dekat PayPal  menjadi dot com roadkill mengalahkan Webvan atau Pets.com.

 

Dan setelah kejadian itu, Thiel bersikeras hal di atas sebenarnya bukan crash: Dia berargumen gelembung itu hanya menggeser krisis ekuitas ke pasar perumahan. Thiel begitu yakin tentang hal itu sampai saat ini, ia menolak untuk membeli properti, meskipun kekayaan bersih pribadinya melonjak . Dan, sekali lagi, dia benar.

 

Di lain waktu Thiel berpendapat, Amerika berada di era penggelembungan dari jenis yang sangat berbeda. Apakah gelembung pasar negara berkembang? Bukan. Thiel mengatakan, ia  mencatat bahwa adanya “gelembung pendidikan tinggi.”

 

Sebuah penggelembungan adalah ketika ada sesuatu yang dinilai terlalu tinggi dan sangat dipercaya,” katanya. “Pendidikan mungkin satu-satunya yang masih dipercaya orang di Amerika Serikat. Untuk mempertanyakan keabsahan pendidikan adalah benar-benar berbahaya. Ini adalah sangat tabu.

 

Seperti gelembung perumahan, gelembung pendidikan adalah tentang “keamanan dan jaminan” terhadap masa depan. Ini adalah bisikan janji menggoda ke telinga orang Amerika: Lakukan ini dan Anda akan aman. Eksesnya selalu dikecualikan oleh suatu keyakinan nasional yang tidak peduli apa yang terjadi di dunia Pendidikan adalah investasi terbaik agar Anda bisa sukses. Seperti harga perumahan yang akan selalu naik, Anda akan selalu membuat lebih banyak uang jika Anda adlah lulusan perguruan tinggi.

 

Seperti gelembung lainnya, kepercayaan itu-berakar dalam “kebenaran” yang didorong ke tingkat yang tidak sehat. Thiel berbicara tentang “konsumsi yang tersamar” dari investasi selama gelembung perumahan. Orang-orang akan mengambil bunga pinjaman spekulatif untuk mendapatkan rumah yang lebih besar dengan kolam renang. Mereka percaya sedang berhemat dan menabung untuk pensiun.

 

Demikian pula, apakah kuliah di Harvard semuanya tentang belajar? Tunggu dulu. Tidak ada yang membayar seperempat juta dolar ($ 250.000) hanya untuk “sekolah” dan membaca karya Chaucer (Sastrawan Inggris). Janji implisit bahwa setelah lulus Harvard, Anda siap bekerja keras untuk kesuksesan, serta kemudian Anda siap untuk menghadapi kehidupan. Hal ini dapat menyebabkan anggapan tidak sehat terhadap “hak dan kewajiban”.

 

Ini telah menjadi nilai hidup Anda, bagaimana  merasionalisasi pembenaran seperempat juta dolar dalam bentuk utang untuk sekolah , kata Thiel.

 

Thiel  tidak menggeneralisir dalam  pernyataannya tentang penggelembungan pendidikan. Ini hanya digunakannya untuk menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi selalu merupakan “investasi” yang layak – bahkan jika  harus mengambil pinjaman bagi mahasiswa untuk mendapatkannya. Perlu diketahui selama tahun lalu telah terjadi sekitar dua digit pengangguran, biaya universitas yang melonjak dan ketika anak-anak yang lulus  kembali ke rumah dengan orang tua mereka karena menganggur. Timbul pertanyaan – Apakah pendidikan senilai dengan “harganya” yang selangit? Hal ini telah mulai ditinjau kembali bahkan  oleh kalangan terpelajar Amerika sendiri yang paling keras .

 

Lebih parah lagi adalah mulai tahun 2005, Presiden George W. Bush memutuskan bahwa utang pinjaman mahasiswa adalah satu hal dimana anda tidak bisa menghindar dari hukum kebangkrutan.

 

Kata Thiel. “Ini sebenarnya lebih buruk daripada investasi yang buruk,” katanya. “Anda harus menyingkirkan impian masa depan Anda dari sekolah mewah yang mengbangkrutkan masa depan Anda itu.”

 

Tapi perhatian Thiel pada masalah pendidikan bahkan lebih jauh dari itu. Dia berpikir, ada kesalahan secara fundamental masyarakat yang berharap kehidupan lebih baik pada sesuatu yang  eksklusif.

 

“Jika benar-benar Harvard itu pendidikan yang terbaik, jika itu membuat  banyak perbedaan, mengapa tidak menjadikannya waralaba sehingga lebih banyak orang dapat mengikutinya? Mengapa tidak membuat 100 afiliasi Harvard?” Katanya.

 

Ini sesuatu tentang kelangkaan dan status. Dalam pendidikan sekarang, nilai Anda tergantung pada orang lain yang gagal. Setiap kali filosofi Darwinisme biasanya merupakan pembenaran untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi anda. Ini adalah cara untuk mengabaikan orang yang jatuh dan gagal, serta Anda berpura-pura bahwa jika  bisa pergi ke Harvard, kita akan baik-baik saja. Mungkin hal itu tidak benar.”

 

Thiel mengakui beberapa janji “keamanan kehidupan” ini adalah benar. Dia sendiri dibesarkan di rumah tangga menengah atas yang nyaman dan bersekolah di Stanford dan Stanford School of Law. Dia memperoleh keuntungan, seperti persahabatan dengan  co-investor Keith Rabois dan Reid Hoffman. Saat ini dia ada dalam daftar miliarder Forbes dan memiliki rumah besar di San Francisco lengkap dengan kepala pelayan. Berapa banyak yang dia dapat sendiri dan berapa banyak yang didapat dari Stanford? Dia tidak tahu. Serta tidak ada yang tahu.