Tag

, , ,


Dalam metode COBIT (Control Objective for Information and related Technology) langkah pertama yang diambil yaitu :

 

  • Untuk perencanaan dan organisasi, berikut kelemahan-kelemahan Moodle dalam e-Learning:

    Bentuk Moodle: Terlalu sederhana sehingga menimbulkan kesan kurang menarik dari segi design antarmuka.

    Course: Masih banyak pendidik yang tidak bisa memakai Moodle dalam pembelajaran dikarenakan isi mata kuliah yang rumit untuk dimasukkan kedalamnya. Sehingga pemakaian dan pembelajaran aplikasi e-Learning menjadi kurang maksimal.

  • Akuisisi dan Implementasi

Ditinjau dari tahapan akuisisi dan implementasi maka dapat disimpulkan bahwa Moodle telah banyak digunakan termasuk di beberapa instansi di Indonesia.

Namun masih terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan dalam implementasi diantaranya :

       Sumber daya

Masih kurangnya kemampuan menggunakan internet sebagai sumber pelajaran dan belum adanya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui internet.

     Pemeliharaan infrastruktur

Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu. 

  • Pelaksanaan dan Dukungan

Pengembangan Moodle dalam e-Learning dilihat dari pelaksanaan dan dukungan bagi keberlanjutannya dapat ditemukan beberapa kelemahan sebagai berikut :

   Akses internet: Tidak semua user (mahasiswa dan pelajar di Indonesia) dapat mengakses internet 24 jam, sehingga penggunaan Moodle menjadi tidak optimal.

     Memastikan keamanan sistem: Belum adanya sistem yang menjamin keamanan data.

    Materi dalam course: User masih cenderung tidak tertarik karena sifat materi yang masih terkesan kaku. Diperlukan materi yang dinamis seperti penggunaan video, audio, dan gambar agar user tidak bosan.

     Mengatur fasilitas: Perencanaan fasilitas dan pemeliharaan sudah dilaksanakan, namun masih belum optimal begitu juga pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas. 

Kesimpulan

Moodle sebagai perangkat lunak dalam e-Learning yang dibangun dengan berbasis web ini sebenarnya telah memiliki sistem yang terintegrasi dan dapat memberikan tool bagi pendidik untuk membuat website pendidikan.

Namun Moodle pun masih memiliki beberapa kelemahan-kelemahan dan berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya diatas, dengan diterapkannya metode COBIT diharapkan kinerja Moodle dalam e-Learning dapat lebih baik dan terorganisir sehingga tujuan dari e-Learning yaitu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran pada peserta didik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta media komunikasi dapat tercapai juga dapat memberikan kontribusi bagi peserta didik terutama mahasiswa.

Dengan COBIT, diharapkan penggunaan moodle sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat menghasilkan kerja yang efisien dan efektif serta membuat penggunaan dan pengelolaannya mempertimbangkan integrasi dimana hardware, software dan perangkat manusia membangun integrasi.