Tag

, ,


 

Beberapa hari lalu saya menjadi Trainer Pelatihan “Efektifitas Balance Scorecard dalam Manajemen Kinerja Perusahaan” diCOMLABS-ITB. Training diikuti oleh peserta dari beberapa BUMN, yang menyadari pentingnya pelatihan ini untuk diterapkan di perusahaan mereka masing-masing.

Kita sadari bahwa penggunaan rasio finansial secara tunggal tidak lagi mencukupi untuk menganalisis kinerja perusahaan. Selain itu hal ini ditambah dengan isu-isu terkini seperti revolusi konsep keberhasilan, pengukuran kinerja vs strategi perusahaan, agenda sosial, aktiva tak berwujud, kekuatan dan kelemahan teknologi informasi, krisis dalam pengukuran kinerja serta biaya pengukuran kinerja Oleh karena itu diperlukan sistem manajemen kinerja yang baru  untuk mengakomodasi perubahan lingkungan persaingan dunia usaha. Hal ini juga dimaksudkan untuk memenangkan keinginan dan kebutuhan dari setiap stakeholder, yang terdiri dari penanam modal, karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat. 

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai  metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategik masa depan. Sedangkan alasan perusahaan menggunakan BSC disebabkan ukuran keuangan hanya mengukur hasil (masa lalu), ukuran keuangan tidak mengukur strategi tetapi hanya hasil strategi serta ukuran keuangan hanya mengukur aset berwujud.Metode ini  menggunakan empat perspektif pengukuran, yaitu: keuangan, pelanggan, pembelajaran dan pertumbuhan SDM, serta proses bisnis internal seperti digambarkan dibawah ini:

Balanced Scorecard (BSC) biasanya menekankan pada pertanyaan strategis yang dihadapi perusahaan yaitu: 

  1. Perspektif Keuangan: Bagaimana organisasi memuaskan pemegang saham, sponsor, donatur?
  2. Perspektif Pelanggan: Bagaimana organisasi memuaskan pelanggan, pengguna jasa, pihak yang dilayani?
  3. Perspektif Proses Bisnis Internal: Apa saja proses yang seharusnya dilakukan untuk mencapai sukses organisasi?
  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Bagaimana organisasi dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan lingkungan internal dan eksternal?

Training ini berjalan lancar dan para peserta mersakan manfaat dari apa yang sudah disampaikan trainer, studi kasus yang dibahas bersama, penggunaan perangkat lunak sebaga alat bantu serta diskusi yang berlangsung cukup intens.

——————————————————————————————-

Hari ini saya dikejutkan dengan berita duka, bahwa salah satu peserta pelatihan Balanced Scorecard (BSC) di atas meninggal dunia karena penyakit jantung. Beliau adalah peserta yang paling aktif dan energik dalam pelatihan ini karena posisinya di Bagian “Strategic Planning” yang juga menyusun kerangka kerja untuk manajemen kinerja perusahaannya. Sungguh umur itu hanya Yang Maha Kuasa yang tahu…….Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun……….

Saya jadi terhenyak dan menyadari perlunya kita mempunyai “Balanced Scorecard (BSC)” versi Allah SWT untuk mempertanggung-jawabkan amal kita kelak.  Bahwa tak ada tempat kita bergantung setiap waktu, kecuali Allah SWT. Di kala maut menghampiri, kita harus menghadapinya sendirian, tiada ayah bunda, tiada suami/istri, anak-anak, saudara, siapa pun tak dapat menolong, kita hanya ditemani oleh belaian-NYA. Cuma Dia yang dapat memudahkan jalan menuju kesana, begitu pun saat memasuki alam kubur, hanya amalan di dunia yang kita bawa sesuai dengan isi Ayat Al-Qur’an “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran [3] : 185)