Tag

, , , , ,


Mengapa kita tidak mendapatkan hal yang terbaik dari pendidikan? Sir Ken Robinson berpendapat bahwa itu karena kita telah dididik untuk menjadi pekerja yang baik, bukan pemikir kreatif. Siswa dididik dengan pikiran dan badan yang gelisah  – jauh dari pembudidayaan energi kreatifitas dan rasa ingin tahu – hal ini telah lama diabaikan atau bahkan menjadi stigma, dengan konsekuensi yang mengerikan “Kita mendidik seseorang dengan mengabaikan kemampuan kreativitas mereka,” kata Robinson

Baru-baru ini Thiel Foundation, yang didirikan oleh Peter Thiel (pendiri PayPal), memberi beasiswa kepada 20 mahasiswa untuk drop out dari perguruan tinggi dan mengejar ide-ide kewirausahaan mereka. Hal ini mengejutkan sehingga memacu banyak perdebatan apakah pendidikan universitas benar-benar menyediakan banyak manfaat atau universitas sedang dalam perjalanan “yang tidak diinginkan”. Perdebatan Luar biasa  dimulai dengan pendapat bahwa mereka hanya menggunakan 5% dari apa yang dipelajari di perguruan tinggi, sedangkan wirausaha mempelajari segala sesuatu cukup dengan hanya melakukannya. Ditambah ada begitu banyak sumber daya online saat ini sehingga mereka bisa mengajar diri sendiri  yang  benar-benar perlu diketahui.

Saya selalu mengatakan bahwa: “Pendidikan adalah Benteng Terakhir Peradaban Manusia”. Mengapa? Betapa besar peranan pendidikan dalam hajat hidup manusia seperti yang ditekankan oleh Aristoteles: “Pendidikan adalah bekal paling baik dalam menghadapi hari tua”.Pendidikan dalam kaitannya dengan mobilitas sosial harus mampu untuk mengubah arus utama (mainstream) peserta didik akan realitas sosialnya. Pendidikan merupakan anak tangga mobilitas yang penting. Pendidikan dapat menjadi penyandar bagi mobilitas.

Seiring dengan perkembangan zaman kemudian kita lebih mempercayai kemampuan individu atau keterampilan yang bersifat praktis dan harus menghormati kepemilikan ijasah yang kadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Inilah yang ahirnya memberikan peluang bagi tumbuhnya pendidikan  yang lebih bisa memberikan keterampilan praktis bagi kebutuhan dunia yang tentunya memiliki pengaruh bagi seseorang.

Sebagai penutup, nila-nilai inti dari pendidikan universitas masih sangat relevan. Yang perlu ditekankan adalah universitas masih perlu berubah. Ketersediaan pendidikan universitas tampaknya masih terbatas  dan hanya sebagian kecil dari penduduk memiliki akses. Hal yang lain, mengingat argumen-argumen yang  di atas, pendidikan universitas bisa menjadi jauh lebih bersifat sosial dan jauh lebih berdampak. Akhirnya, apa yang kita ajarkan dan cara kita mendidik memiliki kesempatan untuk berubah, khususnya di bidang inovasi dan kewirausahaan.

Saya pikir kita dapat membuat lompatan kuantum dalam pembelajaran sehingga alumni mengatakan “Universitas yang mengubah hidup saya” daripada “Universitas yang menyia-nyiakan hidupku.” Alasan mengapa kita perlu mengubah paradigma ini yang memiliki banyak hubungan dengan sejarah untuk membentuk landasan hidup akademis sebagai masa depan kita.