Tag

,


Alhamdulillah…. Beberapa hari yang lalu, saya diwisuda di Institut Manajemen Telkom Program Manajemen Bisnis Telekomunikasi. Tuntas sudah perjuangan sementara dalam meneruskan jenjang pendidikan setelah bergulat untuk menyelesaikan Tesis dengan judul “Peranan Pemangku Kepentingan Grameen Telkom Terhadap Efektifitas Strategi Manajemen”.Mengenai Tesisnya bisa dilihat di:

Rencananya setelha ini, saya tertarik untuk mengikuti PROGRAM DOKTOR (S3) Non-Reguler Program Studi: Manajemen Pendidikan atau Teknologi Pendidikan……Maksudnya bisa melengkapi jenjang pendidikan seteleah merengkuh Bidang Teknik (Telekomunikasi) dan Manajemen (Bisnis Telekomunikasi).

Beritanya ada di Pikiran Rakyat 26 Oktober 2008:

Media Mendorong Masyarakat untuk Memanfaatkan ICT

BANDUNG, (PR).-

Keberhasilan proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi masyarakat mendorong tingkat pemanfaatan Information Communication Technology (ICT) sebagai kunci akselerasi bisnis ICT. Media sebagai pendorong perubahan masyarakat memiliki peran dalam pergerakan ini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Pikiran Rakyat H. Syafik Umar saat menyampaikan orasi ilmiah “Peran Komunikasi dan Informasi Media dalam Mendukung Akselerasi Bisnis ICT”, pada acara Wisuda Program Strata 2 dan Strata 1, Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), di Gedung Saraswati Telkom Learning Center (TLC), Jln. Gegerkalong Hilir No. 47, Bandung, Sabtu (25/10).

Menurut Syafik, peran media adalah mendukung kecepatan dan penerimaan masyarakat dalam mengadopsi setiap inovasi ICT. “Dalam hal ini, masyarakat juga harus memiliki kemampuan mengakses media secara aktif serta meningkatkan kualitas citizen journalism bahwa setiap orang juga bisa menjadi jurnalis untuk segera mengabarkan berita,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Syafik, media dituntut melakukan peningkatan kapasitas content media milik masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan “PR” dengan membuka ruang akses lebih luas, program rutin citizen journalism, serta peningkatan kualitas media bagi publik, dan pemerintahan dengan melakukan training, seminar, maupun diskusi.

“Di media cetak pun, porsi informasi semakin diperluas dengan suplemen terbuka bagi publik. Sedangkan di online dibuka ruang bagi berbagai komunitas untuk saling berinteraksi,” kata Syafik. Bahkan untuk ke arah konvergensi, teknologi “PR” online hingga “PR” mobile sudah dapat dinikmati publik saat ini.

Namun Syafik mengingatkan, informasi berlimpah juga mudah membuat kita kehilangan fokus dan tersesat di rimba informasi yang detil dan deras. Dari catatan media habit, meski penduduk Indonesia sudah lebih dari 90% mengakses media, tetapi kontras pemanfaatannya yang bersifat membaca rata-rata di bawah satu persen.

Menanggapi perkembangan industri ICT yang kreatif dan inovatif, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Telkom Tbk. Faisal Syam mengatakan, hal tersebut tidak ditunjang dari nilai IPK (indeks prestasi kumulatif) seseorang saja. “Tuntutannya, kita harus mampu mengevaluasi untuk memetakan potensi diri yang mana kemampuan soft skill dan mana hard skill. Sebaliknya kita harus mampu membenahi kekurangannya,” ucapnya.

Selanjutnya, sebagai Senior Faculty Member IM Telkom, Yudi Pram mengatakan, peluang IM Telkom untuk terserap di industri ICT yang sedang revolusi dengan pemanfaatan teknologi komprehensif ini akan semakin membutuhkan SDM yang kompeten. “Dalam hal ini, IM Telkom mampu mencetak SDM yang tidak dari sisi konvensional saja dari sisi isi, tetapi juga dari sisi teknik serta teknologi,” ujarnya. (CA-169)***